Wednesday, June 15, 2016

Gripen-E - 21st Century Air Superiority Fighter (Part 2)


Artikel bagian pertama sudah memperlihatkan kalau performa kinematis Gripen-E akan melebihi kebanyakan pesawat tempur yang operasional di Asia Tenggara. 

Untuk memenuhi persyaratan 21st Century Air Superiority Fighterkemampuan pesawat tempur tentu tidak bisa hanya terbatas pada performa kinematis, tetapi juga akan tergantung kepada kemampuan Sensors, Networking, Survivability, dan Weaponry. 

Berbeda dengan perbandingan satu lawan satu yang sebelumnya, artikel ini kembali akan menambahkan perbandingan dengan F-18F Australia, dan F-15SG Singapore, sebagai tolok ukur yang obyektif untuk masing-masing kandidat pesawat tempur masa depan Indonesia.


Wednesday, June 8, 2016

Gripen-E - 21st Century Air Superiority Fighter (1)



Memangnya Lightweight Single-Engine Fighter tidak akan dapat menandingi Heavy Twin-Engine Fighter untuk tugas Air Superiority Mission?

Blog ini sudah memuat sebelumnya, kalau pernyataan hanya Heavy twin-engine yang dapat melakukan tugas Air Superiority, hanyalah MITOS. 




SAAB Gripen-E adalah Lightweight Single-Engine Fighter terbaik di dunia untuk memenuhi tugas Air Superiority Mission!

Blog ini sebelumnya sudah menampilkan perbandingan antara Gripen-E, Su-35, dan F-16V; dalam konteks Indonesia sebagai pemakai utama, ke dalam dua bagian:
Dalam babak kedua, kita juga sudah melihat potensi kemampuan Su-35, dan Gripen-E, kalau digunakan Indonesia, untuk dipertandingkan dengan Super Hornet Australia; sebagai tolok ukur reference threat pertama yang dihadapi Indonesia:
Untuk recap, artikel ini akan mengulang sedikit kenapa Gripen-E akan jauh lebih unggul, jika dibandingkan dengan... F-16V, dan Sukhoi Su-35, alias dua pesawat versi export.

Sunday, June 5, 2016

Akhirnya... titik terang pertama untuk masa depan pertahanan udara Indonesia?

Demikianlah cuplikan awal dari pernyataan Marsekal TNI Agus Supriatna, seperti sudah dimuat dalam Antara News.

Pengakuan jujur akan kelemahan sendiri akan selalu menjadi dasar, atau awalan yang baik sebelum akhirnya melakukan perubahan diri, agar dapat mencapai cita-cita yang diinginkan. Kalau selamanya tidak mau mengakui kelemahan kita sendiri, bukankah kita sebenarnya hanya membohongi diri sendiri?

Lupakan dulu mau membeli pesawat tempur apapun!

Kelemahan utama pertahanan udara Indonesia sebenarnya adalah:

"Kita belum mempunyai, atau bahkan belum pernah memulai merancang bangun SISTEM Pertahanan Udara; yang akan dapat menjawab semua tantangan geografis, finansial, dan strategis bangsa!"