Wednesday, August 16, 2017

Apakah keuntungan Nasional dari pembelian Su-35?


Pertanyaan ini adalah hak rakyat.

Semenjak dari 5 tahun yang lalu, sampai sekarang, sudah terlalu banyak mendengar seruan "Kita harus membeli Sukhoi!" yang bergema berulang-ulang di media massa, seolah-olah semuanya sudah bersalin rupa menjadi agen sales untuk Rosoboronexport.

Tetapi semenjak 5 tahun yang lalu sampai sekarang, kecuali untuk memenuhi keinginan spesifik, kita belum pernah mendengar jawaban apapun dari pertanyaan seperti judul artikel:

Apakah keuntungan Nasional  yang bisa didapat dari mengakuisisi Su-35K Model downgrade?

Produsen pesawat tempur manapun, seperti dalam kompetisi di India, Switzerland, dan di Brazil, seharusnya terlebih dahulu dapat membuktikan seberapa besar keuntungan yang dapat diserap secara lokal, bahkan sebelum bisa membuktikan kemampuan tempur barang yang mereka jual.

Wednesday, August 9, 2017

MoU barter Su-35K... irasional, dan memalukan!

Betapa malang nasibmu!  Credits: PTDI
PT Dirgantara Indonesia (Indonesian Aerospace)
Hari kemenangan besar untuk para oknum pro-perantara, yang memang senangnya beli import, tanpa memperhatikan industri lokal!

Seperti baru diumumkan di BBC Indonesia, pada 8-Agustus-2017 ini, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, dan Rostec, Perseroan agen perantara "state intermediaries" untuk pemerintah Russia, baru saja menandatangani MoU yang menyepakati transaksi barter untuk membeli 11 Su-35 "monkey model" atau variant export downgrade

Panglima Besar Jendral Sudirman, dan para pahlawan perang Kemerdekaan Era 1945 - 1949 akan menangis dalam kubur mereka kalau mendengarkan berita ini. Ironis, karena menjelang perayaan 17-Agustus-2017, untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ketujuh puluh dua tahun, ternyata negara kita tercinta ini masih begitu bodoh untuk mau mengabdi ke penjajahan supplier asing.

Wednesday, August 2, 2017

Radar vs RWR dalam Pertempuran Udara


Artikel ini akan membahas berbagai tipe radar pesawat tempur, dan musuh terbesar mereka dalam pertempuran udara: Radar-Warning Receiver (RWR).

Secara basic, cara kerja radar pesawat tempur sama seperti pemancar radar di airport, mengawasi wilayah udara dalam jarak pandangnya, dan mencari obyek lain di udara. Radar pesawat tempur kemudian menambah kemampuan untuk men-tracking (mengunci arah, dan posisi) lawan, dengan tujuan menghabisi lawan tersebut dengan BVR missile.

Di pihak lain, setiap pesawat tempur modern juga sudah membawa Radar-Warning-Receiver. RWR memberikan kesempatan untuk pilot menghindari, atau mengalahkan BVR missile lawan. Dalam versi Defense Suite modern, ya, RWR juga mulai dapat men-trinangulasi posisi lawan hanya dari arah gelombang radar yang mereka pancarkan.

Hal ini tidak pernah perlu terlalu diperhitungkan sampai tahun 1970-an, karena toh baik radar, ataupun BVR missile di masa itu masih terlalu primitif. Tetapi seperti sudah dibahas sebelumnya, bagaimana Source Code akan menentukan kemampuan pesawat tempur, sekarang adalah Abad ke-21; evolusi keduanya sudah meningkat puluhan kali lipat, dan semakin tergantung kepada Source Coding.